Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), 8 November 2025. Musda tahun ini mengangkat tema “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY”, sekaligus menjadi momentum strategis bagi KADIN DIY untuk menetapkan arah penguatan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Sri Sultan menyerukan perlunya perubahan paradigma KADIN DIY. Tidak hanya sebagai wadah modal, KADIN didorong menjadi arsitek konektivitas ekonomi daerah dan arsitek ketangguhan ekonomi rakyat.
Sultan menggarisbawahi filosofi Jawa “Pasar Ora Ilang Kumandange” yang menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dibangun di atas fondasi ketahanan. Beliau menekankan dua mandat utama KADIN DIY:
- Enabler, yaitu memfasilitasi modernisasi dan penguatan industri lokal.
- Guardian, yaitu menjaga kesinambungan ekonomi rakyat, termasuk menjembatani pelaku usaha besar dengan lebih dari 98.000 Industri Kecil dan Menengah (IKM) di DIY.
Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menyampaikan laporan dinamika dan capaian selama periode kepengurusan 2020–2025. Masa tersebut diwarnai tantangan berat, termasuk kontraksi ekonomi DIY sebesar -2,69% pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19.
Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, KADIN DIY mengambil berbagai langkah pemulihan, salah satunya menginisiasi program vaksinasi bagi UMKM, koperasi, dan pelaku usaha.
Musda IX yang digelar di JEC memuat tiga agenda konstitusional:
- Penyampaian dan penilaian pertanggungjawaban Dewan Pengurus periode 2020–2025
- Penetapan program kerja lima tahun ke depan
- Pemilihan serta pengesahan kepengurusan baru KADIN DIY
Musda ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi KADIN DIY dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
